Camp lagi!!

Tidaaak!! I broke my own promise. I was saying that the last camp was my really last camp. But then I failed to stick to that… Hehehe. Am enjoying it, though.

Kebetulan minggu ini aku libur, liburan yang berjudul, “Menyambut ko ass!”. Jelas sebenarnya kami dituntut (oleh hati nurani kami) untuk bermeditasi di rumah, memperbaiki niat, memurnikan tujuan, mulai menyiapkan bahan, dan belajar stase pertama. FYI, stase pertamaku kulit.

Dan apa yang kulakukan? Aku mengiyakan untuk menjadi campleader di Tegalrejo, sebuah prostitusi, dalam rangka AEYVE (Asian-European Young Volunteers Exchange) dengan peserta 7 orang (termasuk aku), selama 6 hari.

Sounds inviting, karena 1) orangnya dikit jadi ga ribet, 2) cuma sebentar jadi ga usa takut cinlok. Hehe. 3) tema tentang anak2 di prostitusi, jadi yang habis komuda anak sepertiku ini sangatlah bersemangat untuk ‘mencari mangsa’. (emangnya apaan)

Saya berharap dan berdoa dengan sungguh-sungguh, memohon kemudahan dan ridho-Nya dalam menjalani camp ini, selalu dalam lindungan-Nya, dijauhkan dari kesulitan. Camp ini bermanfaat bagi kami para peserta, bagi lingkungan dan penduduk sasaran kami, dan bagi masa depanku sebagai koas dan manusia tentunya. Amin.

Advertisements

Cintaku pada Bidang Ilmu Penyakit Infeksi

Minggu ini komuda di bagian anak. 2 weeks to go to graduation, which means 3 weeks to go to koass. Huah so nervous yet haven’t been preparing anything.

Hari ini kami berlatih pemeriksaan fisik, dengan istilah keren bedside teaching. Wow, a real bedside, dengan pasien sebagai objek. Uh, maaf ya dek.. Hari ini kami belajar tentang DHF alias Dengue Haemorrhagic Fever alias Demam Berdarah Dengue dan sedikit tentang TB alias tuberkulosis. Juga tentang imunisasi, kapan harus diberikan dan berapa dosisnya.

DHF atau DBD merupakan penyakit yang bisa sembuh sendiri alias self-limiting disease. DHF adalah demam yang disebabkan oleh infeksi virus dengue, yang manifestasi perdarahan dan kebocoran plasmanya kadang tak terdeteksi atau tertangani dengan segera. Dan seringkali hal inilah yang fatal.

Demikian pula TB, angka kesakitannya masih demikian tinggi di Indonesia. Di Semarang saja masih banyak daerah endemisnya. Aku tahu beberapa tempat. Not to mention lah.

Besok topiknya adalah gastrointestinal dan gizi. Artinya topik paling hangat yang sangat mungkin akan dibahas adalah gizi buruk. Dan tentu sebagai orang yang hobi protes dan mengeluh, aku langsung mencari objek untuk disalahkan, yaitu pemerintah, for failing to feed the children.

Well yeah, ITULAH INDONESIA!!! (dr. Erwin’s song)

Been through hectic days

It’s been a week since my cycle started in obgyn. Was lack of sleep, mealtime, playtime, energy, intelligence (that’s too bad). No wonder I dropped 1 kg (hahaha, no significant). Junior clerkship (komuda, red) means having thorough observations on everything that’s possibly observable. Including how the residents work and learn. And that’s the interesting part.

Why is it so? Because I believe they are very busy, very energetic (since I don’t see any of them using the elevator, even once), very obgyn-absorbed (no time for any other thing), and smart, for sure. Making me think again about having a future of becoming a resident of this department.

Anyway, even I’ve convinced myself that all these bold javanese- or- whatsoever- procedures that’s well-known in this department, I still consider that the obgyn doctor is one of heroes in the world. Heroes to mothers, hence heroes to the babies, hence heroes to the next generations. Awesome!!!