A Fine Line between This and That*

Stase neurologi, bukannya belajar pemeriksaan fisik, stroke, epilepsi, cedera medula spinalis.. Saya malah belajar alias mengamati bagaimana menentukan inilah saatnya mengutamakan kualitas hidup daripada kuantitas hidup; betapa waktu yang sedikit tapi bermakna lebih penting daripada hidup lama yang menyengsarakan. Bagaimana memastikan bahwa kita hanya bisa berdoa karena Continue reading “A Fine Line between This and That*”

Kutipan Penting tentang Kehidupan

Di ruang keluarga rumahku di pagi hari,

“Sama keluarga aja nggak peduli, gimana tuh nanti kalo jadi dokter, kalo nggak peduli sama orang lain?!”

Ibuku yang cantik jelita.

Di ruang direksi lantai 3, setelah evaluasi,

“Kok gitu aja nggak ngerti. Jangan cuma glundungan, trus kalo ujian berharap dapet dosen penguji yang baik hati. Jangan gitu.

Keluar dari Anak kamu harus ngerti…”

dr. BS, Sp.A(K)

Di ruang residen lantai 2, suatu siang,

“Banyak salahnya Dai. Berarti kamu nggak bisa maju dalam waktu dekat lho.

Lha kamu

ngumpulinnya telat,”

dr. ANRS

Di bangsal lantai 2,

“Jadi dokter harus mengesampingkan kepentingan pribadi. Saya ngerti kalian kalo siang hari harus stase cicak-cicak di dinding di lantai 3, kalo jaga malem harus bagging, tapi kamu jangan sampai melupakan pasien. Pasien itu nomer satu.”

dr. AP, Sp.A(K)

Di ruang supervisor lantai 3,setelah ‘diskusi tambahan’ pascalaporan pagi,

“Nggak apa-apa dik, wajar kalo kamu nggak bisa. Itu kan kompetensi residen, bukan ko-ass,”

dr.AF

Di ruang ko-ass lantai 2, Desember 2008,

“Aku nggak peduli mau dapet nilai berapa, yang penting keluar dulu dari sini, lulus”

AFF, S.Ked.

Di ruang A lantai 3, laporan pagi di minggu pertama,

“Setiap ada kasus, dirubung ya!”

“Jangan mau cuma nulis doang. Tanya dong, tanya!”

dr.W.,Sp.A.

Di ruang Perawatan Bayi Risiko Tinggi saat menjadi MV (Manual Ventilator),

“Aduh, dik ko-aaaaas, dik ko-ass… Kok bisa lepas sih, ET-nya… Kok nggak lapor?! Musti dipasang lagi deh. Kamu tuh ya.. Kamu tuh, bagging kok duduk santai.. Diliat dik, udaranya masuk nggak… Kalo lepas ya langsung lapor! Ck ck,,”

dr. DR

Di lantai 3, saat laporan pagi, dan saat evaluasi,

Jangan asal njawab ya. Dipikir dulu.”

dr.BS,Sp.A(K) dan dr. K, Sp.A(K)

Di ruang High Nursing Dependency saat menghisap lendir pasien dengan alat suction,

“Kok gitu sih dik, baru pertama kali suction ya?! Belum pernah diajarin temenmu?”

dr.OD

Di rumah seorang sahabat, hampir 4 tahun yang lalu,

“Di kedokteran itu nggak ada orang yang bodoh. Kamu hanya perlu rajin. Kalo nggak bisa, maju terus, pokoknya maju terus. Pokoknya harus rajin mengejar ketinggalan”

dr.AP, Sp.A(K)