Tips Translet

Sebelumnya perlu saya jelaskan mengenai kata translet. Kami mahasiswa kedokteran, koas, dan mungkin dokter-dokter yang baru lulus sering bekerja sampingan sebagai penerjemah. Pasarnya pun orang sekitar, yaitu para dokter dan residen. Para pelanggan biasanya ditugasi untuk mengerjakan paper, artikel, atau sekedar menerjemahkan teksbuk. Mereka terlalu sibuk dengan jadwal padat mereka, Continue reading “Tips Translet”

Translation Matter

Kalo kamu ngerasa nggak sabar kapan dapet uang dari hasil kerjaan terjemahanmu,

kalo kamu ngerasa keberatan ngirimin imel hasil kerjaan terjemahanmu ke aku,

kalo kamu ngerasa nggak sabar kok nggak dateng-dateng sih job baru,

kalo kamu sering sms aku dan bilang, “Maaf Dai, ternyata nggak bisa jadi sekarang, karena aku bla.. bla.. bla.. (aku nggak peduli karena sebelumnya kamu sudah janji. Janji adalah hutang)”

kalo kamu kebanyakan syarat untuk mulai ngerjain lembaran kertas yang udah kusodorin di depan hidungmu hanya karena kamu pengennya ini dan itu,

kalo kamu ngerjain terjemahan keburu-buru sampe nggak sempet proof-read ketikanmu sendiri sehingga ngrepotin aku karena harus koreksi salah ketikmu,

kalo kamu selalu lupa atau sengaja lupa (aku nggak peduli) untuk ngebalikin lagi lembaran asli terjemahan ke aku,

BERARTI KAMU NGGAK LAYAK MINTA KERJAAN KE AKU. Cari sono, job sendiri, nggak usah tanya ke aku lagi, nggak usah minta-minta aku lagi. Sori, aku nggak butuh orang macam kamu. Cuma jadi beban aja. Ngrepotin.

Maunya cari duit tapi nggak profesional. Bisnis adalah bisnis. Pelayanan yang memuaskan pelanggan adalah prinsip yang harus dipegang teguh. Nggak ada alasan untuk mengecewakan pelanggan.

Jauh-jauh deh, dari aku. Cari noh, pelangganmu sendiri. Kecuali kalo kamu emang orang-orang terkecuali yang tetep aku kasih kerjaan walaupun kamu pernah ngelakuin hal-hal menyebalkan di atas, karena aku memilihmu.

Ya, AKU YANG MEMILIH KAMU, BUKAN SEBALIKNYA. SUKA-SUKA AKU DONG!

-Full of rage, I guess :,(

Ngawur

Residen keren: Dik, bisa translate lagi?

Saya : Emm, dua bulan lagi Pak! Kalo saya sudah selesai Obgyn.

Residen keren: Lho, katanya punya anak buah banyak?

Saya : Kalo bukan Bapak yang minta sih terserah mau dikerjain temen saya..Kalo Bapak yang minta, harus saya yang ngerjain Pak! . Ehehe, iya sih. Hehe, iya ding, gapapa deh Pak, boleh….

Sizzling, Susceptible, dan Pelanggan Baru

“Eh, emang arti sizzling tu apa sih?”

Suatu hari seseorang bertanya, dan dia duduk tepat di belakangku. Tak sabar, spontan aku menengok ke belakang dan menyahut dengan pede, “Itu lho Bu, kalo kita menumis, atau menggoreng, nah suara yang keluar itu disebut sizzling…

Eh dia balas menjawab, “nah kalo susceptibility itu apa ya?”

Nah nyolot juga aku, kujawab juga, “Kalo itu sih sinonimnya sensitivity, Bu”, sambil berusaha menghilangkan tampang sombong dan sok tau *susahnya*.

“Lho, bukannya itu berarti…” dan diskusi pun berlanjut membahas tentang arti susceptible dan susceptibility. Dia setengah tidak yakin akan jawaban-sok-tau yang kuberikan dengan cepat dan spontan. Beberapa orang yang nimbrung obrolan kami ikut menimpali. Namun diskusi berakhir sukses dengan menganut jawabanku, karena sumber jawabanku shohih, yaitu kamus Inggris-Inggris. Hehehe.

Dan diskusi hari itu berakhir dengan, “Lho Dik, nerima terjemahan¬† ya, wah boleh tuh kalo aku butuh. Selembar berapa? Oya, minta nomer hp mu dong!”

Wah senangnya, segera kuberi tahu harga standarku, “5 rb aja Bu, satu lembar, Inggris-Indo. Biasalah, satu setengah spasi, kertas A4, tulisannya TNR, boleh cito tapi sehari maksimal 10 lembar aslinya yang belum diterjemahin… Hasilnya sih bisa jadi 20 lembar,”

“Hm, 5 rb ya,”

“Iya Bu, itu harga standar di Kariadi. Termasuk murah, malah” aku berpromosi, berusaha meyakinkannya.

“Oh gitu… Oke!”, beberapa orang manggut-manggut dan mulai mengeluarkan hp mereka untuk mencatat nomerku *serasa selebriti*.

Alhamdulillah akhirnya datang juga saat-saat itu, ketika aku benar-benar merindukan setoran, ketika aku mencoba mencari “warisan pelanggan” dari para senior yang telah lulus dan meninggalkanku, ketika ada wish list yang ga juga terpenuhi *penting nih, penting*… Akhirnya datang juga saat-saat itu, ketika aku kelepasan nyolot, menjawab sesuatu dengan spontan dan sok tau… Akhirnya malah berbuah tiga orang pelanggan. Senangnya. Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah Yang Maha Penyayang dan Maha Pemurah.