Krenteg (bukan kreteg)

“Masalahe krentegmu kurang, Dik.”

Demikian kira-kira perkataan seorang pria keren padaku setelah kami mengobrol lama. Mungkin karena dia keren aku mudah mengingatnya. Tapi aku berterima kasih padanya yang telah menambahkan kosakata bahasa Jawa itu yang kira-kira artinya niat atau tekad atau keinginan. Oh iya, kreteg sendiri (tanpa huruf n) artinya jembatan. Hehehe.

Dalam hal bertindak, semua orang pasti punya maksud di baliknya. Apapun tindakan yang dilakukan, pasti ada maksud atau tujuannya. Pertanyaannya adalah apakah tujuan atau maksudnya baik. Jika tujuan atau maksudnya baik pun, pertanyaan selanjutnya apakah tindakan untuk mencapai maksud atau tujuan itu sudah baik.

Setahuku niat itu segala-galanya. Niat kita harus baik. Semoga aku tidak mengacaukan arti niat, tujuan, maksud, keinginan, dan tekad. Yah lima kata itu bagiku artinya sama, minimal mirip. Selanjutnya aku akan menggunakan kata ‘niat.’ Segala hal dinilai dari niatnya. Itu kata Rasul Yang Dimuliakan Tuhan. Maksud ucapan beliau itu adalah apapun yang kita lakukan, kita harus selalu mengevaluasi niat di baliknya. Sudah benarkah?

Dalam beribadah, niat yang muncul haruslah berupa ‘penghambaan diri pada Tuhan.’ Harus ya? Iya, kataku. Hehehe. Masalahnya selama berabad-abad peradaban manusia, niat sesederhana itu perwujudannya susahnyaaaa minta ampun. Dengan demikian munculah agama-agama semacam kristen, khatolik, dan budha. Dalam ajaran masing-masing agama itu, niat ibadah dimaksudkan dengan ‘bersyukur tuh Tuhan Yesus sudah rela disalib demi menebus dosa kalian semua, masa kalian gak bersyukur sama Dia sih.” dalam agama kristen dan khatolik, atau “ayo berbuat baiklah karena setelah ini kamu gak pengen jadi hewan yang lebih rendah derajatnya kan.” dalam agama Budha.

Dalam Islam sendiri, aku mengamati ada beberapa tingkatan niat yang bisa selalu diusahakan penganutnya dalam mendasari setiap perbuatan.

Niat terendah adalah untuk menghindari siksa api neraka yang panasnya melebihi panas matahari, yang lamanya melebihi kata ‘selamanya.’

Niat setingkat di atasnya adalah agar mendapatkan kenikmatan abadi di surga yang tamannya berisi buah-buahan yang tak pernah habis dipetik. Nikmat surga juga berupa sungai madu yang terus mengalir, dan para bidadari dan bidadara yang menyejukkan mata.

Niat di atasnya lagi setahuku adalah niat untuk bersyukur atas nikmat Tuhan atas kehidupan ini, atas penciptaan kita sebagai manusia, atas kelengkapan fisik dan mental kita dan semua yang kita miliki, sehingga segala perbuatan harus dilandaskan rasa terima kasih pada Tuhan itu. Yah mirip dengan ajaran kristen dan khatolik lah, untuk bersyukur.

Nah setahuku niat tertinggi ya yang katanya ‘sederhana’ itu yaitu niat untuk menghamba pada Tuhan. Ya karena kita hamba Tuhan, bukan siapa-siapa. Jadi ya kita di dunia ini hanya untuk menghamba, hanya untuk beribadah. Titik. 

Tentu ada perdebatan dalam tingkatan niat itu, tidak sedikit ulama yang menyatakan bahwa satu-satunya niat yang benar adalah yang terakhir kusebutkan itu, bahwa ibadah hanya untuk Tuhan, bukan untuk menghindarkan diri dari neraka atau mengharap surga atau hanya bersyukur saja. Namun di dalam Al-Quran pun banyak disebutkan deskripsi ngerinya neraka maupun indahnya surga.  Apakah tujuannya selain mengingatkan manusia untuk bersemangat  dalam beribadah, kan. Jadi setahuku sah-sah saja menjadikan surga dan neraka untuk niat ibadah, sambil pelan-pelan berusaha mencintai Tuhan dan akhirnya menghamba.

Hanya mau mengingatkan diri sendiri, apapun niatnya, sampai di tingkat mana pun niatnya, pastikan niat itu baik. Lebih baik lagi, usahakan agar niat berupa penghambaan pada Tuhan bisa tercapai, walau tercapainya nanti di ujung ajal. Semoga dimudahkan.

“Krenteg e dibenerke sik ya, Dik.” 🙂

Advertisements

4 thoughts on “Krenteg (bukan kreteg)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s