Maaf, saya sedang hobi jaga…

Siang itu aku mengirimkan layanan pesat singkat ke seorang sahabat, “Susah ya punya teman baik hati yang pelayan masyarakat,” ketika dia butuh teman curhat.

Suatu sore aku mengirimkan pesan senada ke teman lain, “salam aja ya, aku gak bisa ke kantor untuk ketemu mereka. Huhu, derita jaga terus,” ketika teman-teman dari Jepang yang baru selesai dari workcamp berkumpul di kantor.

Di hari lain aku menyapa tetangga,  “maaf ya, saya tidak bisa bantu-bantu perayaan tujuhbelasan. Jaga terus nih,” ketika aku merasa bersalah tidak ikut heboh meramaikan lomba-lomba atau sekadar ikut malam tirakatan.

Pernah juga aku meminta maaf, “maaf ya aku belum bisa sungkem ayahmu, belum sempet mampir kosmu. jaga terus,” saat ayah sahabatku datang ke semarang, jauh-jauh dari Ternate.

Baru saja aku membalas pesan temanku, “wah selasa aku juga jaga, jadi gak bisa ikut acara aqiqah keponakanmu yang lucu itu. salam ya, cubitkan pipinya untukku,”

*nemu tulisan lama, yang ditulis beberapa tahun lalu saat menjadi koas di rumah sakit, mungkin stase obgyn. mungkin…*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s