Tentang Sombong

Salah satu tugasku di muka bumi ini, first and foremost, adalah menjadi rendah hati. Sepertinya sifat berawalan huruf S itu sudah tertulis di DNA, dan ekspresi proteinnya sudah menyebar di seluruh bagian tubuhku. Sebagai manusia dewasa, aku tidak ingin menyalahkan siapapun. Jika aku belum menemukan jawaban dari apa yang ingin kulakukan di masa depan, setidaknya aku sudah menemukan tujuan jangka pendek yang harus segera diraih. Rendah hati, sebuah sifat yang mungkin sudah melekat erat di hati seseorang, tapi bagi orang-orang sepertiku hal itu seperti mustahil untuk dimiliki.

Aku mencoba bertanya ke Google bagaimana menjadi rendah hati. Jawaban beliau adalah pelajari agama. Sombong itu ada dua, sombong merasa diri Tuhan, atau sombong merasa diri lebih baik dari siapapun di jagat raya ini. Sombong tipe pertama itu contohnya si Pharaoh, seperti di Al-Quran surat An Naziat ‘..ana robbukumul a’laa.’ Sedangkan sombong tipe kedua itu adalah penyebab setan diusir dari surga, dia menolak bersujud pada Adam karena merasa dirinya lebih baik. Oh, juga bisa dilihat jika pembaca bertemu penulis artikel ini..

Pernah juga aku mencoba membaca banyak buku, hanya untuk merasa kewalahan bahwa banyak bidang yang tidak kumengerti. Banyak topik yang dalam hitungan menit membuatku pusing dan ingin muntah. Suatu hari aku juga bertemu orang hebat. Hebat karena dia terkenal di kancah nasional, menulis banyak buku, dan aku yakin dia sangat cerdas. Tapi rendah hati memang bisa dirasakan ya, tidak perlu diungkapkan. Aku bisa merasakan sifat tawaduk orang itu, dan aku ingin memilikinya. Sebenarnya sering juga aku bertemu orang-orang hebat yang rendah hati. Memang kehebatan seseorang itu bukan justifikasi untuk menjadi sombong. Sama sekali.

Aku berpikir juga, mungkin keliling dunia bisa menundukkan kepalaku, sedikit. Mungkin bertemu bermacam-macam orang akan membuatku semakin bengong kemudian menyesal telah sombong.

Akhir-akhir ini aku membiarkan pikiranku melayang ke tempat-tempat yang tidak seharusnya. Kegiatan wajibku berupa penelitian sedang tidak mulus, maka membaca hal-hal aneh kupikir tidak ada salahnya. Kepala ini masih pusing karena aku baru tahu tadi bahwa perpustakaan kota punya koleksi buku-buku yang membuat air mataku menetes. Memang sih aku lebay, tapi ternyata aku ini sangat bodoh. Aku butuh membaca banyak buku, mungkin semua buku yang ada di rak itu tadi.

Oh ya, aku juga teringat pepatah yang ‘seperti ilmu padi, makin berisi makin merunduk’ itu, juga analisisku bertahun lalu bahwa orang sombong sejatinya adalah orang minder alias kurang percaya diri. Rasa minder itu sungguh menganggu sehingga membuatnya berkompensasi menjadi tinggi hati. Jika orang sombong disudutkan, pastilah ketahuan rapuhnya konsep diri di dalamnya. Oh ya tentang padi. Analisis kunoku ini cocok, karena padi yang kosong masih membumbung tinggi, seperti orang minder yang mendongakkan kepala tanpa konsep diri yang mantap di hatinya. Jika hatinya sudah diisi dengan keyakinan bahwa dirinya berharga maka dia tidak perlu berkompensasi menjadi sombong. Iya, maksudku padi yang makin berisi itu adalah kepala yang makin berisi ilmu, atau tangan yang terampil, yang intinya adalah kemampuan tertentu yang meningkatkan rasa percaya diri. Jika sudah ada rasa percaya diri maka tidak ada lagi usaha untuk meninggikan diri di depan orang lain.


Perjalanan memusnahkan kesombongan ini masih sangat panjang dan lama. Aku tidak boleh kehilangan semangat. Seperti membatalkan ekspresi gen yang sudah tertulis sejak aku di rahim ibuku, menurut logika itu mustahil. Tapi siapa tahu Tuhan mendengar doaku. Siapa tahu gen itu bisa dihapus, sehingga ekspresinya berhenti selamanya. Perjalanan panjang ini sudah dimulai sejak lama, tapi masih akan lama. Asal bekalku cukup termasuk rasa sabar, aku pasti bisa menemukan penghancurnya. Semoga segera, aamiin.

Advertisements

3 thoughts on “Tentang Sombong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s