Where is the prayer room?

Suatu hari aku berada di luar negeri. Di negara kafir, kata beberapa orang. Di negara yang gak banyak tempat solatnya, kataku. Ketika hari itu aku akan bepergian cukup lama, sepanjang pagi aku mencoba browsing hukum menjamak solat di negeri orang. Ternyata nihil. Statusku adalah temporary resident alias bermukim, sehingga keringanan untuk menjamak tidak berlaku.

Suatu sore aku harus solat ashar. Aku tidak cukup nyali untuk menggelar sajadah di pinggiran taman yang bersih itu. Dalihku, takut ada tai anjing atau sisa benda najis lainnya. Padahal jauh di dasar hati, aku tidak ingin menjadi pusat perhatian di tempat umum.

Student union aku masuki. Semacam gedung berisi segala kebutuhan mahasiswa, seperti toilet, tempat makan, toko-toko. Aku bertanya ke informasi adakah tempat solat. Tidak ada, katanya. Ada sih, di suatu gedung yang lain, beberapa ratus meter dari sini.
Tapi aku harus solat sekarang, kataku. Seorang lainnya di informasi menyodoriku kertas ukuran folio yang dilaminasi bertuliskan ROOM IN USE. Ini, tempelkan di pintu parenting room, katanya. Aku langsung ngeloyor pergi setelah mengucap terima kasih dengan senyum lebar. Parenting room yang isinya wastafel, kaca setengah badan, dan meja lipat untuk mengganti popok bayi itu aku kunci. Aman. Alhamdulillaah solat ashar tunai sudah.

Tiba waktu maghrib. Wudhu yang berhasil aku tahan keberadaannya membuatku hanya perlu mencari tempat solat untuk maghrib. Celingak-celinguk, sepertinya di sini aman. Suatu sudut ruangan dekat toilet. Ruang yang banyak pipanya dan ada tulisannya security only. Dengan tenang dan nyaman, alhamdulillaah maghrib tunai.

Oya, dua senjataku: kompas dan sajadah.

Cari arah barat atau sektarnya. Yah 270 derajat, tapi ada sumber yang mengatakan 265 atau 280 atau semacamnya. Sudah kubaca, jika ka’bah tidak terlihat maka tentukan arahnya saja, kira-kira. Wallohu’alam.

Terus sajadah. Ya yang tipis lah, tapi cukup utk mengalasi seluruh tubuh saat duduk dan sujud. Oh, dan cukup tebal sehingga tidak mudah diterbangkan angin.

Oya, beberapa waktu lalu aku baru mengetahui fakta bahwa mukena adalah budaya Indonesia. Ya, muslim di timur tengah, misalnya, pakai baju biasa asal menutup aurat, untuk solat.

Maka selain kompas dan sajadah yang wajib ada di tas ketika bepergian, aku bawa manset yang menutupi punggung tangan, dan kaos kaki yang bersih. Itulah mukenaku. Demi apa ya, demi praktis dan tidak mencolok perhatian.

Demikian ceritaku solat di negeri orang. Belum banyak mendengar atau membaca cerita kesulitan orang lain solat di negeri orang. Apa aku yang lebay dan banyak mengeluh, atau mereka memang hebat, atau apa. Enjoy exploring!

Advertisements

2 thoughts on “Where is the prayer room?

  1. assalamualaikum mb daiii 🙂
    wahh,,ternyata sudah di negeri tetangga..
    berapa lama bakal di sana mb?
    sukses ya mbak..
    update ceritanya lagii
    ditungguuu 😉

    -nura-

  2. Enjoy exploring. Nice closing phrase.. 🙂 maybe bcoz I just found out that what I have to do is to keep walking… and every encounter along the way will guide you closer to what you seek, insyaAlloh.. 🙂 terus berjuang ya.. 😀 *komen nggak nyambung ama tulisan :p

    the point is, you’ll enjoy it.. 🙂 saat2 mencari tempat sholat, saat2 “mencuri” waktu (alhamdulillah sejauh ini waktunya cukup, jarang harus mencuri :p).. dan lalu ada saat2 yg terasa indah ketika nanti bertemu saudara2 muslim jg.. dari berbagai negara.. yg menawarkan sapa, cerita, sampai makan es krim bersama.. 😉

    Ohya, baru2 ini ketemu temen dari antropologi UGM yg ngambil PhD dan topik risetnya adalah mukena dlm kultur indonesia.. 😉 very interesting to learn..

    *maap komennya panjang :p

    Semoga selalu dijaga-Nya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s