Finding Peace through Talking Less

 

Jika dalam sehari manusia diberi jatah untuk berbicara maksimal sekian kata atau sekian kalimat, bisakah kita memanfaatkan jatah itu sebaik mungkin? Jika ucapan yang dilontarkan seseorang dalam sehari melebihi jatah itu maka kelebihannya terhitung dosa, akankah manusia bergelimang dosa hampir seperti dosa-dosa besar lainnya?

Tentu ada pengecualian bagi guru, dosen, pemuka agama, dan pekerjaan lain yang memerlukan banyak bicara. Pengecualiannya yaitu bahwa mereka harus mengurangi bicara mereka di luar waktu bekerja mereka. Tentu jatah total mereka tetap lebih banyak dibanding orang dengan pekerjaan selain yang disebut itu.

Akankah kita bisa memenuhinya? Akankah saya bisa membatasi ucapan yang keluar melalui lidah ini, maksimal sejumlah jatah yang (seandainya) ada?

“Whoever believes in Allah and the Last Day should speak a good word or remain silent…” -Shahih Bukhari.

“Nature has given us two ears, two eyes, and but one tongue-to the end that we should hear and see more than we speak.” -Socrates.

 

Advertisements

One thought on “Finding Peace through Talking Less

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s