Proposal Lagi, Proposal Lagi

Di tengah-tengah penulisan proposal thesis master saya, saya terpikir untuk mengalihkan perhatian sebentar ke blog yang sudah luama (saking lamanya) tidak saya sentuh ini.

Baiklah. Sebagai seorang akademisi (baca: mahasiswa master yang beberapa tahun lagi akan mengajar mahasiswa, aamiin) saya seharusnya berkompetensi membuat tulisan ilmiah. Saya suka menulis, itu benar. Namun tulisan macam apa yang bermanfaat bagi orang lain? Saya hanya menulis diary secara rutin, dan saya yakin itu bermanfaat bagi saya sang ekstrovert yang seringkali merasa tidak enak jika curhat ke orang lain. Saya menemukan cara untuk berintrospeksi tanpa menimbulkan kehebohan maupun ketidakenakan jika melibatkan orang lain: diary.

Nah sekarang tulisan ilmiah sudah semestinya menjadi semacam pekerjaan rutin bagi kami para akademisi. Ya kan.. Maksud saya, pastilah kami harus memperbaharui (transliterasi untuk update, betulkah?) pengetahuan kami dengan terus mendapatkan informasi valid melalui jurnal ilmiah maupun artikel penelitian.
Secara pasif kami bisa menjadi manusia berwawasan. Nah sekarang secara aktif, apa yang bisa kami lakukan selain mulai menulis? Pengetahuan terus berkembang dan kaum akademisi adalah kontributor yang mempertahankan dinamikanya. Bagaimana manusia bisa tinggal diam dengan segala pertanyaan di otaknya sementara fasilitas tersedia untuk mereka (=kami) melakukan pembuktian-pembuktian bahwa suatu pemikiran itu benar atau salah, contohnya melalui penelitian?
Sebenarnya sejauh saya menulis ini tujuan saya adalah afirmasi untuk menyemangati diri sendiri menulis proposal……

Betapa menulis proposal merupakan suatu hal yang menyenangkan. Kita bisa memasukkan apapun ke situ. Impian-impian kita. Keresahan kita mengenai ketimpangan pengetahuan yang ada. Pertanyaan tak terjawab yang akan coba kita jawab sendiri melalui metode yang telah ratusan tahun dipercaya efektif: penelitian.

Sekarang dari teknisnya sendiri, proposal merupakan suatu hasil karya yang indah. Penulisannya meliputi pemikiran mendalam mengenai sesuatu.Kemudian kita mulai mencari pendukung maupun pembangkang topik itu. Pendukung itu kita kumpulkan, kemudian kita sintesis menjadi suatu adonan yang indah, yang dimasak dengan penuh cinta untuk menghasilkan latar belakang yang hebat.
Bayangkan jika bahan-bahannya segar langsung dari alam, yaitu jurnal-jurnal terbaru terbitan tahun 2011 (ya, daftar pustaka proposal saya kebanyakan hasil penelitian tahun ini!), pastilah hasilnya lebih hebat lagi.
Hingga akhir tulisan ini, saya berharap semangat saya meningkat minimal lima kali, sehingga ‘kliping’ jurnal terbitan tahun ini yang sudah saya tempel rapi di file word bisa segera saya ulen menjadi adonan empuk yang kalis..

Ayo semangatlah. Seru, tau… πŸ˜‰

Advertisements

6 thoughts on “Proposal Lagi, Proposal Lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s