Sungguh, Mereka Ada

Beberapa orang memang singgah ke hidup kita untuk meninggalkan jejak-jejak mereka dalam hati kita. Orang-orang itulah para sahabat kita; para pembuat jejak. Sahabat, yang definisi terbaiknya bagi saya adalah ‘the one who knows you and still loves you.’ Saya tidak punya definisi yang lebih pas dari itu.

Mereka yang pertama menyadari ketika wajahmu tertekuk-tekuk atau hatimu sangat panas. Dengan senyuman mereka, kau akan merasa dimanusiakan, tanpa mereka perlu berkata apa-apa. Kau tidak merasa hina atas perasaan apapun yang sedang kau rasakan itu. Mereka akan tetap di situ, menunggumu bercerita.

Mereka akan mengingatkan kalau kau ingin keluar jalur. Walau sekedar dahi berkerut atau episode diam beberapa menit, ketidaksetujuan mereka atas sikap menyimpangmu akan selalu tampak. Mereka mengingatkan kemuliaan hati nuranimu, ‘benarkah kau mau begitu?’

Mereka hanya akan menghela nafas jika sifat burukmu kambuh, tapi kemudian juga cepat-cepat mengingatkanmu. Mereka akan otomatis berkata sesuatu jika kau mulai berperilaku tertentu, alih-alih mengeluh ‘hhh, kamu selalu begitu.’ Mereka tetap sabar mengingatkan bahkan jika kau mulai bosan dengan dirimu sendiri yang bandel dengan sifat buruk itu.

Dengan sentuhan tangan mereka, kau bisa merasakan bahwa kau tidak sendirian. Atau, jemari mereka dalam genggamanmu menguatkan hatimu. Bahkan jika karena keyakinanmu, tidak semestinya tanganmu dan mereka bersentuhan, kau bisa merasakannya di hatimu. Mereka memberikan sentuhan-sentuhan kecil yang meyakinkanmu bahwa mereka mencintaimu walaupun kau begini atau begitu.

Mereka selalu ada, walau kau tidak melihat mereka. Entah dengan sms mereka, atau komentar di fesbuk, atau lewat doa-doa mereka untukmu.

Sahabat adalah para penjual minyak wangi. Mereka tidak seenaknya menyemprot-nyemprot parfum dagangan mereka ke wajahmu. Mereka hanya menjual minyak wangi, dan kebetulan kau ada di dekat mereka. Kau pun ikut terkena wangi mereka.

Sahabat adalah para bintang di langit. Jika mendung kau sulit melihatnya, tapi mereka tetap ada.

Sahabat adalah anugerah Tuhan untukmu. Syukurmu pada Tuhan adalah melalui cintamu untuk para sahabatmu. Walau mungkin cintamu belum mampu membalas cinta mereka.

Dan “Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (HR. Muslim no. 4912).

Doaku selalu untukmu, para sahabatku.

Advertisements

6 thoughts on “Sungguh, Mereka Ada

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s