Intro menuju ‘Tentang Jiwa’

Di psikiatri saya menemukan banyak orang yang berempati. Mereka responsif terhadap gerak-gerik saya, ekspresi saya, sehingga terlontarlah kalimat, “Ya, kamu, ada yang mau disampaikan?” Dan hal itulah yang membuat mereka menjadi psikiater alias dokter ahli jiwa. Suatu profesi yang menuntut empati tinggi. Bukan simpati.

Heh, saya mau membahas apa ya.

Advertisements

One thought on “Intro menuju ‘Tentang Jiwa’

  1. hey kamu, kenapa jadi suka blocking kayak sayah? lupa apa yang mau disampaikan setelah ngomong beberapa kalimat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s