Membedakan Waspada dan Buruk Sangka

Aku punya gangguan dalam membedakan dua hal itu; waspada dan buruk sangka.

***

Aku sering mencampuradukkannya. Kupikir itu waspada, ternyata buruk sangka. Kupikir aku harus berbaik sangka, ternyata aku malah jadinya kurang waspada.

Contoh kejadian:

Ketika aku merasa gagal ujian aku mempersiapkan hati bahwa aku tidak lulus. Maka aku merasa hancur, merasa tak berguna atas apa yang telah aku lewati, bahwa aku tidak berusaha sungguh-sungguh. Aku menyetel diriku supaya menyesal. Aku menyetel diriku supaya tidak berbahagia lagi sampai aku lulus.

Ternyata…. Saat pengumuman, aku lulus. Langsung, aku merasa bersalah karena telah berburuk sangka. Yang kukira waspada akan kemungkinan terburuk yang terjadi yaitu tidak lulus ujian, malah ternyata sebuah buruk sangka. Aku cuma MERASA gagal, tapi tidak melakukan apapun. Hanya mengutuki diri. Buruk sangka… Terhadap siapa? Siapa lagi, Dia Yang Maha Adil.

Suatu saat aku berjalan di keramaian. Dan yang kuingat di pikiranku saat itu adalah aksonema penting itu, SEMUA ORANG ADALAH BAIK SAMPAI TERBUKTI TIDAK. Jadilah aku senyam-senyum. Eh tiba-tiba ada orang jahat mengambil tas yang terjatuh. Tasku! Langsung kalimat itu terngiang lagi, AH, PALING DIA NYIMPENIN, BIAR GAK DIAMBIL ORANG. Ternyata oh ternyata, orang itu kabur naik motor, ngebut, menjauh dariku yang melongo. Demikianlah kalau merasa diri harus selalu berbaik sangka alias khusnudzon, tapi malah tidak waspada. Tidak ada yang menyuruh untuk berburuk sangka bahwa akan ada orang jahat yang mendekati kita. Tapi penting untuk waspada, bahwa kejahatan sering muncul hanya bila ada kesempatan. Seperti tas jatuh.

Masih banyak contoh yang lain, baik yang pernah aku alami maupun yang aku lihat pada orang lain. Lain kali ya, lupa nih!

***

Nah, nah… Jadi, kutegaskan, bila kamu berbuat dalam rangka mempersiapkan hal terburuk, itu bagus, karena itu artinya kamu waspada. Jika kamu merasa akan terjadi hal terburuk, itu artinya buruk sangka. buruk sangka sama siapa?? Sama Tuhanmu!!!

Singkatnya, aku menyimpulkan bahwa waspada adalah tindakan, sedangkan buruk sangka adalah pikiran atau perasaan.

Jadi, ketika kita MEMIKIRKAN sesuatu yang buruk, itu artinya buruk sangka.

Namun ketika kita MEMPERSIAPKAN DIRI menghadapi sesuatu yang buruk, seperti MEMBAWA payung saat bepergian, MEMBAWA tas di depan badan bukan di belakang saat berjalan di keramaian, BERTANYA pada teman bagaimana caranya mengulang ujian walaupun pengumuman lulus ujian belum ada, adalah suatu kewaspadaan.

Advertisements

One thought on “Membedakan Waspada dan Buruk Sangka

  1. dai.. berbaik sangka itu nggak ada batasnya.. bahkan sampe ketika seseorang melakukan kejahatan.. karena bukan kita kan yang berhak memberi persepsi terhadap orang lain?
    Lalu mengenai waspada, sewaspada apa pun kita, yang terjadi itu kan yang dikehendaki oleh-Nya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s