Dearest my future soulmate

Aku tidak mengharapkanmu tampak ganteng

tinggi

atau putih

atau atletis.

Aku hampir-hampir tak peduli. Semoga.

Aku melihatmu sebagai sebentuk jiwa yang mulia

yang bersinar.

Sinarmu memancar terang benderang, membuat apa yang di luar pun ikut bersinar.

Membuat sekitarmu ikut merasakan hangatmu.

Kau pun akan selalu mampu membuatku jatuh cinta padamu setiap hari.

Entah itu karena senyummu, nasihatmu, atau bahkan mungkin amarahmu.

Kau, jiwa yang mulia itu, begitu kuat sinarnya, begitu lembut membelai jiwaku

yang kadang redup, atau bahkan kelam,

yang bahkan tidak mampu mewarnai bungkusnya, yaitu tubuh ini, dengan benar.

Aku ingin kita bersinar berdua dengan terang,

seperti sinar di ufuk sana, yang dari jauh pun telah tampak benderangnya.

Aku ingin kita berjalan bersama. Apabila aku agak lambat maka kuharap kau sabar menantiku, agar kita tetap berdampingan, menuju surga.

Aku mencari jiwa yang mulia itu. Ya, kamu. Kau pasti akan sangat terang, sangat jelas tampak di kejauhan, sehingga aku tak perlu repot merasa was-was atau ragu mempertanyakan apakah kau benar-benar pasangan hidupku.

Kau masih di suatu tempat kan, hingga aku tak melihat berkas cahayamu,

hingga di sini aku sendiri, bersimpuh dalam setiap solatku, memohon waktu yang tepat kepada Tuhan, untuk melihat sinarmu dan berlari ke arahmu, memohon kau persunting.

Iya, aku yakin. Suatu saat aku akan melihatnya.

Advertisements

2 thoughts on “Dearest my future soulmate

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s