Obgyn

Hmph. Stase yang membuatku merasa harus mempertimbangkan untuk menjadi dosen atau peneliti dan bukannya klinisi!

Stase yang membuatku jenuh, ingin berlari, berteriak lantang, atau sekedar berbaring di lantai barang sejenak.

Stase yang membuatku berpikir apalah arti diriku. I’m unworthy… Insignificant… Invisible…. Mau makan aja merasa bersalah.. Mau solat harus celingak-celinguk, atau mepet waktu azan berikutnya.

Stase yang membuatku merindukan kasur, keluarga, dan kebebasan. Juga sinyal hp!

Stase yang melelahkan! Fisik dan mental.

Stase yang hampir membuatku menyerah; kayaknya enakan berhenti di sini.

Stase yang tetap aku anggap keren. Dengan orang-orang keren di dalamnya. Tapi bukan aku, bukan aku. Aku tidak ikut dalam kekerenan itu, jika aku harus miskin siraman sinar mentari, miskin kebebasan, miskin waktu luang untuk tidur atau ngenet. Tidak, terimakasih.

Salutku untukmu, bapak-bapak dan ibu-ibu para pejuang bagian besar itu. Doaku untuk kalian. Semoga selamat sampai akhir, semoga tidak menjadi cetakan arogansi yang terkenal itu. Buktikan bahwa mereka salah. Aku pada kalian!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s