Translation Matter

Kalo kamu ngerasa nggak sabar kapan dapet uang dari hasil kerjaan terjemahanmu,

kalo kamu ngerasa keberatan ngirimin imel hasil kerjaan terjemahanmu ke aku,

kalo kamu ngerasa nggak sabar kok nggak dateng-dateng sih job baru,

kalo kamu sering sms aku dan bilang, “Maaf Dai, ternyata nggak bisa jadi sekarang, karena aku bla.. bla.. bla.. (aku nggak peduli karena sebelumnya kamu sudah janji. Janji adalah hutang)”

kalo kamu kebanyakan syarat untuk mulai ngerjain lembaran kertas yang udah kusodorin di depan hidungmu hanya karena kamu pengennya ini dan itu,

kalo kamu ngerjain terjemahan keburu-buru sampe nggak sempet proof-read ketikanmu sendiri sehingga ngrepotin aku karena harus koreksi salah ketikmu,

kalo kamu selalu lupa atau sengaja lupa (aku nggak peduli) untuk ngebalikin lagi lembaran asli terjemahan ke aku,

BERARTI KAMU NGGAK LAYAK MINTA KERJAAN KE AKU. Cari sono, job sendiri, nggak usah tanya ke aku lagi, nggak usah minta-minta aku lagi. Sori, aku nggak butuh orang macam kamu. Cuma jadi beban aja. Ngrepotin.

Maunya cari duit tapi nggak profesional. Bisnis adalah bisnis. Pelayanan yang memuaskan pelanggan adalah prinsip yang harus dipegang teguh. Nggak ada alasan untuk mengecewakan pelanggan.

Jauh-jauh deh, dari aku. Cari noh, pelangganmu sendiri. Kecuali kalo kamu emang orang-orang terkecuali yang tetep aku kasih kerjaan walaupun kamu pernah ngelakuin hal-hal menyebalkan di atas, karena aku memilihmu.

Ya, AKU YANG MEMILIH KAMU, BUKAN SEBALIKNYA. SUKA-SUKA AKU DONG!

-Full of rage, I guess :,(

Advertisements

One thought on “Translation Matter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s