Bagaimana mungkin kita mengeluh

[Ini sebenarnya dibuat awal Januari lalu, tapi karena internetnya error, jadi baru aku posting sekarang…]

Bagaimana mungkin kita mengeluh tentang keadaan kita, ketika melihat siaran berita di televisi, atau membaca koran pagi hari, atau membuka halaman pertama e-mail provider, tentang perang itu lagi.

Bagaimana mungkin hati kita tidak tercabik setelah melihat keadaan di Gaza saat ini, setelah apa yang terjadi dua minggu ini. Perang ini sudah lebih dari sekedar siapa lawan siapa karena mau apa. Ini adalah isu kemanusiaan yang serius.

Aku memandangnya sebagai: ada dua kelompok kecil yang berseteru (yaitu israel dan palestina), sementara ratusan kelompok lain (kelompok=negara) tidak bisa berbuat APAPUN.

Siapa sih, yang bisa diharapkan? UN alias PBB? Yakin???

Indonesia? Terbang ke sana, beramai-ramai? Hmph….

Sempat secara impulsif aku bergumam keras di rumah, “wah asik ya kalo jadi dokter di daerah konflik. Ke Gaza, gitu. Seru”

Dan ibuku langsung menyahut, “hus”

Atau kita bersatu padu, ‘bersama kita bisa’?. Seluruh dunia tanpa terkecuali, bergerak ke tengah (dan bukannya menuju salah satu sudut dan memihak) dan melakukan mediasi untuk kedua pihak itu, begitu???

Bodohnya aku, tak tahu-menahu mengenai sejarah panjang Israel dan Palestina. Jadi sebelum pertanyaan-pertanyaan bodohku di atas aku tanyakan ke orang lain atau sebelum aku bisa memberi pendapatku sebagai seorang manusia yang berhati nurani, dan terutama sebagai seorang muslim,

aku benar-benar harus membaca kisah tentangnya. Sedang dilakukan. Aku kabari segera.

Hm, jadi mari tarik napas panjang, istighfar, segera tilawah…. Baca doa sebanyak-banyaknya…. Torang samua basudara kan, para muslim. Sakit ni, sakiiiiit…..

Advertisements

One thought on “Bagaimana mungkin kita mengeluh

  1. Assalamualaikum Mbak..

    Hm.. Bagus, lebih baik blajar dulu tentang latar belakang n sejarah sebelum banyak bicara. Temenku banyak ngajak diskusi soal itu, but I’m sure U don’t have plenty time to talk ’bout it with us. So, if U already get renessaince and write about it, I’ll gladly read it 😀

    Ayo smangat!!! Di anak masih brapa lama?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s