Pascakunjungan Rumah

Alhamdulillah akhirnya jadi juga, kunjungan ke rumah mantan pasien dalam rangka membuat kasbes alias kasus besar; seorang anak dengan kejang demam simpleks, TFA, dan gizi kurang.

di depan rumah

Rumahnya tepat di belakang ‘pasar dadakan’ di Prembaen, daerah Thamrin, Semarang. Minggu siang itu aku ke sana, dengan sepeda motor, parkir di pinggir jalan yang disulap menjadi pasar, dan menelusuri rumah-rumah sempit dengan penghuni yang melebihi kapasitas.

Sayangnya si pasien dan ibunya sedang berlibur ke rumah nenek, jadi aku hanya bisa mewawancara ayahnya dan berfoto dengan beberapa anak2 di situ, ya tetangga, ya sepupu si pasien.

Dengan 13 orang yang tinggal di rumah ukuran 6 x 10 meter, mereka memiliki tiga buah kamar tidur dan sebuah ruang multifungsi: ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dengan sebuah TV berwarna. Sebuah jendela di ruang itu, dan kamar mandi tanpa WC. Air didapat dari sumur artetis, dan air minum dibeli perliter (ledeng).

Kunjungan singkatku yang tak sampai 30 menit tersebut begitu mengingatkanku pada PBL (Pengenalan Belajar Lapangan) dulu saat semester 8, dan workcamp2 ku yang telah lalu. Tentang sebuah slum area. Tentang keluarga ceria. Tentang senyum dan tawa anak-anak. Dan tentu saja yang paling penting, tentang edukasi cara hidup sehat dan bersih.

See you later, kids!

Advertisements

2 thoughts on “Pascakunjungan Rumah

  1. hai kak masih ingat sama anak-anak itu nggak,kak??sekarang mereka sudah tumbuh besar dan menjadi remaja,makasih ya kak atas kunjungannya waktu itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s